Suatu malam, di depan sudut rumah terduduk seorang remaja bersama seorang wanita. Dibelainya rambut si gadis dengan lembut oleh sang wanita. Terucap tutur kata yang manis keluar dari bibir sang wanita. Sungguh wanita yang penuh rasa keibuaan. Nuansa kedamaian amat terasa di rumah kecil nan sederhana itu.
Cakap demi cakap mereka lalui tanpa memperdulikan waktu, waktu terindah yang di miliki oleh dua insan yang tak ingin terlewatkan.
Sang wanita berkata kepada si gadis "anakku..kini kau telah tumbuh besar..bunda tidak bisa menemanimu selalu"
Si gadis terdiam.
"Umur bunda telah menua anakku.."
"Bunda..."si gadis berkata lembut sambil memeluk Bundanya.
"Bunda jangan berkata demikian.."lanjut si Gadis
"Pilihlah calon pendamping hidupmu yang terbaik nak.."
Si Gadis kembali terdiam. Pikirannya teralihkan akan kehidupan kota. Hiruk - pikuk perkotaan, dan segenap kehidpan sosial kota yang amat jauh berbeda dengan tempat ia duduk sekarang.
lelaki kota, teman kota, pergaulan kota. "mungkinkan aku menemukan teman hidupku disana.. sedangkan mencari sosok sahabat saja sangat susah disana?" batin si gadis
"Bunda tau..hidup di kota tidak sama dengan disini anakku... perlu mental dan prinsip yang teguh agar bisa menjadi pribadi yang terbaik disana.. ingat pesan bunda selalu..jika kamu goyah disana..ingatlah tujuanmu pertama kali kesana untuk apa..kan jika itu belum mampu menegakkanmu...ingatlah bunda disini yang menunggu senyum kesuksesanmu selama merantau disana"
"Bunda.."kembali si Gadis berkata lembut
"Untuk bekalmu...cukup pegang selalu omongan Bunda..ingat Tuhan selalu..dan ceritakan semuanya kepadaNya. Karena Dia-lah sesungguhnya teman sejati"
"Bunda..lelaki yang seperti apa yang pantas untuk dijadikan teman hidup?"
Sang bunda tersenyum manis menatap buah hatinya
"Dia yang Taat pada Agamanya (Sholeh), Dermawan, Pekerja keras ,tampan wajah dan tampan budinya dan tidak berlaku kasar kepada perempuan "
"Aku menemui lelaki yang kelihatannya Taat beragama ternyata dia tidak seperti kelihatannya"
"Kenalilah dia lewat tingkah lakunya anakku..jika dia mampu memperlakukannmu dengan baik..menghormatimu..dan berusaha menjagamu, berjuang untukmu dengan tulus dialah yang pantas kamu pilih"
Si gadis mengangguk dan kembali memeluk sang Bunda. "dan terpenting dia yang mampu mendatangkan kebaikan untukkmu..Jika dia membuatmu lebih buruk tinggalknlah anakku" kata sang bunda mencium kening Si Gadis.
